Rabu, 19 Februari 2014

MANFAAT DAUN SELEDRI

Manfaat Daun Seledri bagi Kesehatan | Daun Seledri | Kandungan Nilai Gizi Daun Seledri Bagi Kesehatan tubuh

Manfaat Daun Seledri bagi Kesehatan | Daun Seledri | Kandungan Nilai Gizi Daun Seledri Bagi Kesehatan tubuh - Pada posting artikel kali ini Kolom Blog GRATIS akan sedikit membahas tentang manfaat daun seledri bagi kesehatan yang mungkin bisa bermanfaat dan menambah wawasan sobat setia KBG, Daun seledri memang kecil tetapi banyak mengandung vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, vitamin C, vitamin E, vitamin K, asam amino, boron, kalsium, klorin, asam lemak esensial, folat, inositol, besi, mangan, fosfor, potasium, selenium, sulfur, seng dan magnesium yang sangat bermanfaat menurunkan kolesterol, mencegah kanker, menurunkan tekanan darah tinggi, dan meningkatkan kesehatan tubuh, Berikut beberapa Manfaat seledri dari akar, batang sampai daun seledri bagi kesehatan tubuh :
    1. Kandungan seledri yaitu phthalides dan polyacetylenes merupakan anti kanker detoksifikasi karsinogen
    2. Kandungan seledri yaitu coumarin yang meningkatkan aktivitas sel darah putih pada bagian tertentu
    3. Seledri mengandung bahan kimia yang dapat menurunkan kadar hormon stres dalam darah untuk memperluas pembuluh darah dan memberi ruang darah sehingga mengurangi tekanan
    4. Mengkonsumsi daun saledri setiap hari dapat mengurangi kolestrol yang menyumbat arteri
    5. Biji Seledri membantu dalam mengurangi asam urat
    6. Kandungan biji Seledri dapat membantu menghindari infeksi saluran kemih khususnya pada perempuan
    7. Kandungan Anti inflamasi pada seledri membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri ( radang sendi, rematik, asam urat )
    8. Batang seledri mengandung zat diuretik yang dapat membantu menghilangkan kristal asam urat di sekitar persendian
    9. Seledri dapat Peningkatan sistem kekebalan tubuh
    10. Seledri dapat menghadirkan rasa dingin
    11. Seledri dapat mengurangi asma
    12. Seledri dapat melindungi kesehatan jantung
    13. Seledri mengandung natrium dan kalium yang membantu dalam mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh
    14. Seledri dapat mengobati kondisi diabetes
    15. Sering - sering minum jus seledri sebelum makan dapat membantu mengurangi berat badan
    16. Kandungan kalsium seledri dapat menenangkan saraf
    17. Seledri dapat membantu dalam perbaikan gigi
    18. Seledri dapat mengobati sakit otot ( treats rematik )
    19. Seledri dapat melindung ginjal
    20. Seledri dapat melindungi hati pankreas
    21. Seledri dapat melindungi kantong empedu
    22. Seledri dapat melindungi neuritis
    23. Seledri dapat mengobati sembelit
    24. Seledri dapat mengobati asma
    25. Seledri dapat mengobati tekanan darah tinggi
    26. Seledri dapat mengobati radang selaput lendir hidung
    27. Seledri dapat melindungi gusi
    28. Seledri dapat melindungi otak
    29. Seledri dapat mengobati asidosis
    30. Seledri dapat mengobati anemia
    31. Seledri dapat mengobati obesitas
    32. Seledri dapat mengobati TBC
Seluruh bagian seledri mulai dari benih, akar dan daun seledri sangat bermanfaat sebagai antioksidan, Tetapi daun seledri sangat tidak bagus bila dikonsumsi oleh ibu hamil karena kandungan seledri seperti minyak atsiri, flavonoid, asam linoleat dapat menyebabkan terjadinya kontraksi rahim,...

Sumber: http://kolombloggratis.blogspot.com/2013/03/manfaat-daun-seledri-bagi-kesehatan.html

Jumat, 14 Februari 2014

RAMALAN JAYABAYA

  1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
  2. Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.
  3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa.
  4. Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air.
  5. Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.
  6. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
  7. Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.
  8. Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.
  9. Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.
  10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.
  11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik
  12. Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.
  13. keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
  14. Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.
  15. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--- Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.
  16. Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.
  17. Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.
  18. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.
  19. Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.
  20. Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.
  21. Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.
  22. Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.
  23. Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.
  24. Nantang bapa--- Menantang ayah.
  25. Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.
  26. Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.
  27. Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.
  28. Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.
  29. Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil
  30. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil
  31. Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil
  32. Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.
  33. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru merasa malu.
  34. Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.
  35. Wegah nyambut gawe --- Malas untuk bekerja.
  36. Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.
  37. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
  38. Wong bener thenger-thenger --- Orang (yang) benar termangu-mangu.
  39. Wong salah bungah --- Orang (yang) salah gembira ria.
  40. Wong apik ditampik-tampik--- Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).
  41. Wong jahat munggah pangkat--- Orang (yang) jahat naik pangkat.
  42. Wong agung kasinggung--- Orang (yang) mulia dilecehkan
  43. Wong ala kapuja--- Orang (yang) jahat dipuji-puji.
  44. Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.
  45. Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang jiwa kepemimpinan.
  46. Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.
  47. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.
  48. Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.
  49. Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.
  50. Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang gonta-ganti pasangan.
  51. Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.
  52. Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.
  53. Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
  54. Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.
  55. Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.
  56. Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.
  57. Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.
  58. Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.
  59. Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.
  60. Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.
  61. Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.
  62. Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.
  63. Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.
  64. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.
  65. Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.
  66. Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.
  67. Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.
  68. Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.
  69. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana.
  70. Akeh laknat--- Banyak kutukan
  71. Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.
  72. Anak mangan bapak---Anak makan bapak.
  73. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.
  74. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.
  75. Guru disatru---Guru dimusuhi.
  76. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.
  77. Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.
  78. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.
  79. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.
  80. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.
  81. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
  82. Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.
  83. Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.
  84. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
  85. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.
  86. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.
  87. Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.
  88. Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.
  89. Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.
  90. Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.
  91. Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.
  92. Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.
  93. Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.
  94. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.
  95. Akeh barang haram---Banyak barang haram.
  96. Akeh anak haram---Banyak anak haram.
  97. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.
  98. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.
  99. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.
  100. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.
  101. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.
  102. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.
  103. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
  104. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas.
  105. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.
  106. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar.
  107. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset.
  108. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur.
  109. Sing wedi mati---Yang takut mati.
  110. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat.
  111. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih
  112. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur
  113. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.
  114. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.
  115. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.
  116. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat.
  117. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang.
  118. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
  119. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.
  120. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.
  121. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.
  122. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.
  123. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.
  124. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.
  125. Anak lali bapak---Anak lupa bapa.
  126. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.
  127. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.
  128. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.
  129. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.
  130. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
  131. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.
  132. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.
  133. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
  134. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.
  135. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
  136. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.
  137. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.
  138. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.
  139. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.
  140. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.
  141. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.
  142. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.
  143. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana
  144. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
  145. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.
  146. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
  147. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.
  148. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.
  149. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.
  150. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.
  151. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.
  152. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.
  153. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.
  154. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
  155. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.
  156. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.
  157. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.
  158. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit
  159. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.
  160. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang
  161. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.
  162. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.
  163. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi.
  164. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci.
  165. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
  166. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.
  167. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.
  168. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.
  169. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.
  170. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.
  171. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.
  172. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh
  173. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.
  174. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.
  175. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.
  176. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.
  177. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.
  178. Agama ditantang---Agama ditantang.
  179. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.
  180. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.
  181. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.
  182. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.
  183. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan.
  184. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
  185. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.
  186. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
  187. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
  188. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.
  189. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.
  190. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.
  191. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.
  192. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.
  193. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.
  194. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga
  195. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.
  196. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.
  197. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.
  198. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.
  199. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.
  200. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.
  201. Buruh mangluh---Buruh menangis.
  202. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.
  203. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.
  204. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.
  205. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.
  206. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.
  207. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.
  208. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
  209. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah.
  210. Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.
  211. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
  212. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.
  213. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.
  214. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.
  215. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.
  216. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman. Sumber :  http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150309045347136

Rabu, 15 Januari 2014

KI HAJAR DEWANTARA

Ki Hajar Dewantara (1889-1959) adalah tokoh pendidikan Indonesia.
Hari Pendidikan Nasional yang diperingati bangsa Indonesia adalah hari lahir Suwardi Suryaningrat, nama asli Ki Hajar Dewantara

Ia adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi dan pelopor pendidikan kaum pribumi dengan mendirikan Perguruan Taman Siswa.

Ia berpandangan bahwa pendidikan yang bermutu harus menjadi hak semua orang, baik para priyayi maupun rakyat biasa. Setelah menjalani masa pembuangan oleh Belanda, ia segera membuat sekolah pada usia 40 tahun. Pada saat itu ia menanggalkan nama kebangsawanannya dan mengganti nama Ki Hajar Dewantara.

Konsep pendidikannya dengan gaya belajar-mengajar yang bijaksana, yaitu dengan sistem pengasuhan (NGEMONG) yang penuh kasih terhadap seluruh muridnya.

ING NGARSA SUNG TULADHA, (Di depan memberi contoh)
ING MADYA MANGUN KARSA, (Di tengah, memberi semangat)
TUT WURI HANDAYANI, (Di belakang, memberi dorongan)

LAWAN SASTRA NGESTI MULYA
(Dengan ilmu, kita menuju kemuliaan)

Hormatilah adat-istiadat yang kuat dan sehat, yang terdapat di daerah-daerah dan yang tidak mengganggu atau menghambat persatuan bangsa Indonesia.

Proses Pembelajaran Ki Hajar Dewantara:
NITENI - NIROKE - NAMBAHI
(memperhatikan - meniru - menambahi)

(Teacher's Wisdom p.57-59)

STOA

STOA, tepatnya STOICISM (bukanlah nama orang), merupakan paham berpikir. Lahir di awal abad 3 SM dengan perlopornya ZENO dan CITIUM. Merekalah yang mendirikan "Sekolah Berpikir" dengan cara berkumpul di Stoa Poikile (bernda Yunani)

Hal yang menyolok dari pendapat Stoa adalah, bahwa segala pengetahuan memiliki fungsi tertinggi, membuat hidup lebih beradab.
Jika pengetahuan tidak diterapkan demi kebahagiaan manusia,
maka tidak ada gunanya
Pengetahuan harus memberikan kemerdekaan jiwa bagi yang mempelajarinya.

Namun, yang sering kita dengar adalah opini, bukan fakta.
yang sering kita lihat adalah perspektif, bukan kebenaran.

Bahagia/tidak hidup seseorang tergantung dari kualitas pikiran dan hatinya.
Pikiran adalah adalah kualitas mata air kata-kata.

(Teacher's Wisdom)

Sabtu, 23 November 2013

PENEMU BIDANG KIMIA

DAFTAR NAMA-NAMA PENEMU DI BIDANG ILMU KIMIA

1. Adolf Wilhelm Hermann Kolbe, (1818-1884), sintesis organik
2. Adolf Windaus, Penemu Struktur Stereol
3. Ahmed H. Zewail, penemu proses reaksi kimia
4. Al Razi (865-925), penemu asam sulfat
5. Aleksandra Kornhauser, (lahir 1926), kimiawan
6. Alessandro Giuseppe Volta, (1745-1827), penemu sel elektrokimia dan deret Volta
7. Alexander Mitscherlich, (1836-1918), kimiawan
8. Alexander Naumovich Frumkin, (1895-1976), elektrokimiawan
9. Alexander Williamson, (1824-1904), sintesis organic
10. Alfred Werner, Peletak Dasar Stereokimia
11. Amedeo Avogadro, (1776-1856), hipotesis Avogadro
12. Andreas Libavius, ( 1597), pembuatan berbagai asam kuat
13. Antoine Baum, (1728-1804), kimiawan Prancis
14. Antoine Henri Becquerel, (1852-1908), keradioaktifan
15. Antoine Laurent Lavoisier, (1743-1794), hukum kekekalan massa, bapak kimia modern asal Prancis
16. Arthur Aikin, (1773-1854), kimiawan Inggris dan mineralogy
17. Arthur Eichengrün, (1867-1949), kimiawan Jerman
18. Baron William Thomson Kelvin, (1824-1907), suhu mutlak
19. Bernard Courtois (1777-1838) penemu Yodium
20. Branko Stanovnik, (lahir 1938), kimiawan.
21. Carl Scheele, (1742-1786), kimiawan abad 18, penemu banyak unsur
22. Carl Wilhelm Scheele , (1742 - 1786), penemu oksigen
23. Carl (Karl) Bosch (1874-1940) Bergius ia mendapat Hadiah Nobel bidang kimia karena menemukan metoda tekanan tinggi kimia
24. Cato Maximilian Guldberg, (1836-1902), tetapan kesetimbangan
25. Charles Augustin De Coulomb (1736-1806) adalah Penemu Hukum Coulomb (1785), penemu neraca punter
26. Charles Friedel, Penggagas Reaksi Friedel-Craft
27. Charles Hatchett, (1765-1847), kimiawan Inggris yang menemukan niobium
28. Charles Martin Hall, (1863-1914), pembuatan aluminium
29. Clarence Frank Birdseye II (1886 - 1956) menemukan proses cepat pembekuan makanan. Ia menemukan lampu yang dipanaskan dengan sinar inframerah. Ia menemukan senapan untuk menembakkan harpun. Harpun adalah alat untuk membunuh ikan paus
30. Claude Bernard, Ilmuwan Besar Perancis Pencetus Homeostatis
31. Claude Louis Berthollet, (1748-1822), kimiawan Prancis
32. Davorin Dolar, (lahir 1921), kimiawan
33. Davy (1810) menbuktikan bahwa klorin dan benar-benar unsur baru, bukan senyawa yang mengandung oksigen.
34. De Hilaire Chardonnet, (1839-1924), penemu rayon
35. Dmitri Ivanovich Mendeleev, (1834-1907), kimiawan, pencipta Tabel Periodik Unsur-unsur
36. Dusan Hadzi, (lahir 1921), kimiawan.
37. Eduard Buchner, (1860-1917), penemu alat praktikum
38. Eilhardt Mitscherlich, (1794-1863), pembuatan fosfor
39. Ellen Gleditsch, kimiawati pioner radioaktif
40. Ellen Swallow Richards (1842 - 1911), industriwan dan ahli kimia lingkungan.
41. Emil Abderhalden, (1877-1950), kimiawan Jerman
42. Emil Erlenmeyer, (1825-1904), penemu alat praktikum kimia
43. Ernest Marsden, (1889-1970), struktur atom
44. Ernest Rutherford, 1st Baron Rutherford of Nelson (1871-1937) adalah seorang fisikawan kelahiran Selandia Baru yang bekerja sama meneliti atom dengan J.J. Thomson di Universitas Cambridge.
45. Ernest Solvay, (1838-1922), pembuatan asam nitrat
46. Evangelista Torricelli (1608-1647) adalah ahli fisika Italia, penemu barometer air raksa, penemu Hukum Torricelli, penemu tabung hampa kecil
47. Ferdinand Henri Moissan, (1852-1907), pembuatan fluor
48. Francois Auguste Victor Grignard, (1871-1935), penemu organomagnesium halida (RMgX)
49. Francois Marie Raoult, (1830-1901), penemu sifat koligatif larutan
50. Frederic Joliot-Curie (1900-1958), kimiawan dan fisikawan Prancis
51. Frederick Sanger, Ahli Protein, Peraih Dua Nobel Prize Bidang Kimia
52. Frederick Soddy, (1877-1956), kimiawan Inggris
53. Friedrich August Kekulé von Stradonitz, (1829-1896), kimiawan organik Jerman
54. Friedrich Bergius (1884 - 1949) penemu Proses Bergius
55. Friedrich Hoffmann, (1660-1742), fisikawan dan kimiawan
56. Friedrich Hund, (1894-1968), aturan Hund
57. Friedrich Wohler, (1800-1882), perintis kimia organic
58. Fritz Haber, orang pertama yang berhasil memfiksasi amonia di laboratorium
59. Fritz Wolfgang London, (1900-1954), gaya antar molekul
60. George de Hevesy, (1885-1966), kimiawan, pemenang Hadiah Nobel Kimia 1943
61. George Johnstone Stoney, (1826-1911), pemberi nama “elektron”
62. George Karl von Hevesy , (1826-1873), penemu unsur kimia hafnium
63. George Ludwig Carius, (1829-1875), kimiawan Jerman
64. George Leclanche, (1839-1882), sel batu baterai
65. Germain Henri Hess, (1802-1850), perubahan entalpi
66. Gertrude B. Elion, penemu obat penyembuh leukemia
67. Gilbert Newton Lewis, (1875-1946), teori asam-basa dan ikatan kimia
68. Ğilem Qamay (1901 - 1970) – kimiawan Uni Soviet
69. Glenn Theodore Seaborg, (1912-1999), sintesis unsur-unsur transuranium
70. H. Lux dan H. Flood (1947) menyatakan bahwa “tingkah laku asam –basa berkenaan dengan ion oksida diterapkan pada sistem nonprotonik”.
71. Hans Fischer, kimiawan organik Jerman, pemenang Hadiah Nobel Kimia 1930, (1881-1945)
72. Hans von Euler-Chelpin, (1873-1964), kimiawan Swedia, pemenang Hadiah Nobel Kimia 1929
73. Harold Clayton Urey, ( 1893 – 1981), penemu isotop
74. Hedry G. Moseley menyatakan bahwa “sifat unsur merupakan sistem periodik dari nomor atomnya dimana nomor atom merupakan jumlah proton dan elektron sebuah unsur netral”.
75. Heinrich Caro, (1834-1910), kimiawan Jerman
76. Heinrich Otto Wieland (1877-1957) kimiawan Jerman, pemenang Hadiah Nobel Kimia 1927, penemu asam empedu
77. Henri Braconnot (1780-1855), kimiawan dan ahli farmasi Prancis
78. Henri Louis le Chatelier, (1850-1936), hubungan antara reaksi pada sistem kesetimbangan kimia
79. Henri Victor Regnault (1810-1878), kimiawan dan fisikawan Prancis
80. Henrik Carl Peter Dam, (1895-1976), biokimiawan Denmark, pemenang Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran 1943
81. Henry Cavendish, (1731-1810), penemu hidrogen
82. Henry Gwyn Jeffreys Moseley, (1887-1915), penemu nomor atom
83. Hermann Fehling, (1812-1885), penemu pereaksi untuk aldehida
84. Ilya Prigogine, ( 1917 - 2003), penemu teori struktur disipasi
85. Irene Joliot-Curie, Penemu radioaktivitas buatan
86. Irving Langmuir, (1881-1957), teori ikatan kimia dalam elektron
87. J. Belmer (1885) menunjukkan bahwa grafik hubungan antara frekuensi dengan ½n ternyata berupa garis lurus.
88. J. H. van 't Hoff (30 Agustus 1852 – 1 Maret 1911), kimiawan fisik Belanda, pemenang Hadiah Nobel Kimia 1901
89. Jabir Ibn Hayyan, Bapak Kimia Modern
90. Jacobus Henrikus Van’t Hoff, (1852-1911), sifat koligatif larutan
91. Jacques Lucien Monod, (1910-1976), biokimiawan, pemenang Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran 1965
92. James Prescott Joule, (1818-1889), hukum kekekalan energi
93. Janez Levec, (born 1943), kimiawan.
94. Jaroslav Heyrovský, (1890-1967), kimiawan Cekoslowakia
95. Jean Baptiste Andre Dumas, (1800-1884), kimiawan Prancis penemu sintesis organik
96. Johan August Arfwedson, (1792-1841), kimiawan Swedia
97. Johan Gadolin, (1760–1852), kimiawan Finlandia
98. Johanes Brosted dan Thomas Lowry menyatakan bahwa “asam adalah zat sebagai pendonor proton dan basa adalah zat yang bertindak sebagai akseptor proton”.
99. Johann Jakob Balmer, (1825-1898), tingkat energi elektron
100. Johann Joseph Loschmidt, (1821-1895), penemu bilangan Avogadro (L)
101. Johann Wolfgang Dobereiner, (1780-1849), sistem periodic
102. Johannes Diderik Van der Waals, (1837-1923), gaya antar molekul
103. Johannes Hans Daniel Jensen (1907 – 1973) penemu teori struktur kulit inti atom
104. Johannes Nicolaus Bronsted, (1879-1947), teori asam-basa
105. John Alexander Reina Newland, (1838-1898), sistem periodik
106. John Dalton (1766-1844): Kimiawan dan Pioner Fisika Nuklir, penemu teori atom
107. John E. Walker, Pengusul Mekanisme Enzimatik Sintesis ATP
108. John Frederick Daniell, (1790-1845), sel elektrokimia
109. John Haldane, kimiawan Inggris
110. John Mercer, (1791-1866), kimiawan dan industriwan
111. John Tyndall, (1820-1893), penemu efek Tyndall
112. John William Struut Lord Reileigh (1842 – 1919) menemukan dan mengisolir Argon (1895)
113. Jons Jacob Berzelius penemu Cerium, Selenium, Thorium. Ia mengisolir silikon, zirconium, dan titanium. Ia menemukan simbol unsur atau tanda atom, misalnya C untuk Karbon, O untuk Oksigen, H untuk Hidrogen, dan sebagainya. Ia menemukan beberapa istilah kimia yang dipakai hingga sekarang, misalnya : katalis, alotropi, isomeri, polimeri, protein, dan halogen
114. Joseph Black, Penemu Karbon Dioksida
115. Joseph Louis Gay-Lussac, (1778-1850), hukum Gay-Lussac
116. Joseph Louis Proust, (1754-1826), hukum perbandingan tetap
117. Joseph Priestley, (1733-1804), penemu oksigen
118. Josiah Willard Gibbs, (1839-1903), energi bebas (G) dalam termodinamika
119. Julius Lothar Meyer, (1830-1895), menyusun unsur dalam suatu tabel berdasarkan massa atom dan kesamaan sifat-sifat fisika unsur-unsur tersebut.
120. Justus von Liebig, Bapak Kimia Agrikultur
121. Karl Bosch, (1874-1940), pembuatan ammonia
122. Konrad Emil Bloch, Penemu Mekanisme dan Regulasi Metabolisme Kolesterol dan Asam Lemak
123. Kurt Alder, sang maestro stereokimia organik
124. Lars Onsager, (1903-1957), penemu hubungan timbal-balik Onsager
125. Lejaren Hiller, Seorang Ahli Kimia sekaligus Seorang Musisi
126. Ljubo Golic, (lahir 1932), kimiawan
127. Lorenzo Romano Amedeo Carlo Avogadro, penemu bilangan Avogadro..
128. Louis Pasteur, (1822-1895), biokimiawan Prancis
129. Louis Victor Duc De Broglie ( 1892 - 1987 ) Penemu sifat gelombang elektron
130. Luigi Galvani, (1737-1798), sel elektrokimia
131. Luis Federico Leloir, Penemu Nukleotida
132. M. Frederick Hawthorne, sang pioner Kimia Boron
133. Marie Sklodowska Curie, (1867-1934), keradioaktifa
134. Mario Molina, Penyusun Teori Penipisan Lapisan Ozon-CFC
135. Martin Lowry, (1874-1936), kimiawan AS
136. Melvin Calvin, (8 April 1911-8 Januari 19978), daur Calvin atau pergerakan karbon
137. Michael Faraday, (1791-1867), hukum elektrolisis
138. Neil Bartlett, (1932- ), pembuatan senyawa gas
139. Niels Henrik David Bohr (1885-1962) penemu Teori Atom Bohr, penemu model tetes cairan untuk model atom,
140. Nikolai Nikolaevic Semenov, penemu Mekanisme Reaksi Kimia
141. Nils Gabriel Sefström, (1787-1845), kimiawan
142. Osamu Shimomura, Pemenang Nobel Kimia 2008 menemukan green fluorescence protein atau protein berpendar hijau yang ada pada ubur-ubur
143. Otto Hahn (1879-1968) penemu pembelahan inti (fisi nuklir,1938), penemu radioactinium (1905), mesothorium (1907) dan protakkctinium (1917)
144. Peter Kipp, (1808-1864), alat praktikum
145. Peter Waage, (1833-1900), penemu tetapan kesetimbangan
146. Petrus Josephus Wilhelmus Debije , (1884 – 1966), penemu momen dipol
147. Proust( 1799) menyatakan bahwa “suatu senyawa murni selalu terdiri atas unsur-unsur yang sama yang tergabung dalam perbandingan tertentu.
148. R. G. Pearson (1963) menyatakan bahwa “asam-basa lunak adalah asam-basa yang elektron- elektron valensinya mudah terpolarisas”i.
149. Richard Johann Kuhn ( 1900 - 1967), penemu senyawa alifatik dan aromatik
150. Richard Robert Ernst , (1933-2008), penemu spektroskopi
151. Richer (1792) menyatakan bahwa “jika dua unsur a dan b masing-masing bereaksi dengan unsur C yang massanya sama membentuk AC dan BC, maka perbandingan massa A dan massa B dalam membentuk AB adalah sama dengan perbandingan massa A dan massa B ketika membentuk AC dan BC”.
152. Robert Andrews Millikan, (1868-1953), penemu harga muatan electron
153. Robert Boyle (25 Januari 1627 - 30 Desember 1691) penemu hukum Boyle, penemu pompa hampa udara, penemu konsep atom, orang pertama di dunia yang membedakan unsur dari senyawa, asam dari alkali
154. Robert Brown, (1773-1858), gerak Brown.
155. Robert Burns Woodward, ( 1917-1979), sintesis kimiawi
156. Robert G. Parr, (born 1921), kimiawan teoritis
157. Robert Nalbandyan, (1937-2002), kimiawan protein Armenia
158. Robert Wilhelm Eberhard Bunsen, (1811-1899), penemu pembakar Bunsen
159. Rudolf Julius Emanuel Clausius (1822-1888) penemu Hukum Termodinamika II, penemu entropi, penemu teori elektorolisis
160. Rudolph Pariser, (lahir 1923), kimiawan teoritis dan kimiawan organik
161. S.P.L. Sørensen, (1868-1939), kimiawan Denmark
162. Scheele (1774) membawa konsekuensi pembaruan defenisi asam sebagai senyawa yang mengandung oksigen.
163. Sir Arthur Stanley Eddington (1882-1994) Penemu astrofisika teori, penemu hukum massa kecemerlangan bintang
164. Sir Ernest Rutherford, (1871-1937), teori atom
165. Sir Hans Adolf Krebs, (1900-1981), siklus Krebs dalam metabolisme
166. Sir Henry Bessemer, (1813-1898), pembuatan baja
167. Sir Humphry Davy, (1778-1829), penemu elektrolisis
168. Sir James Chadwick, (1891-1974), penemu neutron
169. Sir John Anthony Pople, (1925 - 2004) perhitungan dalam kimia kuantum
170. Sir John Douglas Cockcroft (1897-1967) adalah ahli penemu akselerator partikel. Penemu cara mengubah unsur dengan proton,
171. Sir Joseph John Thomson, (1856-1940), penemu elektron
172. Sir William Ramsay, (1852-1916), penemu gas mulia
173. Soren Pieter Lennart Sorensen, (1868-1939), pencetus pH
174. Stanislao Cannizzaro, (1826-1910), keadaan standar gas (STP)
175. Suante August Arrhenius menyatakan bahwa “asam adalah senyawa yang apabila dilarutkan dalam air, menghasilkan ion H+ dan basa adalah senyawa yang menghasilkan ion OH-“.
176. Thomas Graham (1805-1869) penemu Hukum Graham, penemu ilmu kimia koloid, penemu beberapa istilah kimia koloid antara lain koloid, difusi, osmosis, sol, jel, peptisasi, seneresis, kristaloid.
177. Thomas Martin Lowry, (1874-1936), teori asam-basa
178. Thomas Midgley(1928) berhasil mensintetis diklorodiflourmetana. CCl2F2 sebagai bagian dari usahanya membuat oefrigeran yang aman.
179. Vladimir Markovnikov, (1838-1904), adisi ikatan rangkap
180. Vladimir Prelog, ( 1906 - 1998) penemu stereokimia molekul
181. Wallace Hume Carothers, (27 April 1896 - 29 April 1937), penemu nilon
182. Walter Norman Haworth, Penggagas Nama Asam Askorbat mempelajari desain dan pembuatan linoleum.
183. William S Knowles, penemu sintesis asimetris terkatalisis
184. Wolfgang Pauli, (1900-1958), teori orbital dan bilangan kuantum

Senin, 11 November 2013

GUNUNGAN atau KAYON

GUNUNGAN atau KAYON adalah gambar wayang yang menyerupai gunung.

Di bawahnya kelihatan gambar pintu gerbang, dijaga oleh dua raksasa yang memegang pedang dan perisai, ini memperumpamakan pintu gerbang istana dan sewaktu wayang main, gunung dipergunakan sebagai istana.
Di sebelah atas gunungan terdapat pohon kayu yang dibelit oleh seekor ular besar. Terdapat pula di situ gambar berbagai binatang hutan; gambar di dalam keseluruhannya melukiskan keadaan di dalam hutan.
Menurut riwayatnya, gunungan melambangkan keadaan dunia dan isinya.

Sebelum wayang dimainkan, gunungan ditancapkan di tengah tengah kelir dengan cenderung sedikit ke kanan yang berarti, bahwa lakon wayang belum dimulai, bagaikan dunia yang belum beriwayat.
Sesudah wayang mulai dimainkan, gunungan dicabut dan dijajarkan di sebelah kanan. Gunungan dipakai juga sebagai pertanda akan bergantinya cerita, untuk keperluan ini maka gunungan ditancapkan di tengah-tengah.
Selain dari itu digunakan juga untuk memperumpamakan api dan juga angin, dalam hal mana gunungan dibalikkan.  Di balik gunungan hanya bercat merah, warna inilah yang memperumpamakan api. Dan warna ini hanya bisa di- lihat dari depan kelir. Gunungan juga digunakan untuk memperumpamakan rimba dan dimainkan pada waktu adegan perampogan (menggambarkan tentara siap-siaga dengan berbagai macam senjata).

Dalam adegan ini, dalang menyampaikan ucapan oleh berbagai macam pelaku yang di dalam keseluruhannya merupakan suatu dialog antar perjurit seperti, misalnya, mengenai buruknya keadaan jalan.  Maka ditempuhlah jalan itu dengan menebangi pohon - pohon dan memperbaiki jalan agar bisa dilewati perjurit-perjurit. Gununganlah yang ditempuh oleh rampogan untuk memisalkan dilaluinya hu- tan. Seselesainya lakon, gunungan ditancapkan lagi di tengah-tengah kelir untuk menandakan bahwa ceritanya sudah tamat. Penggunaan gunungan untuk menandakan adanya pergantian cerita atau babak: Sesudah gunungan dipasang di tengah, maka dalang dengan singkat menyampaikan ucapan mengenai lakon yang baru saja selesai dimainkan atau mengenai babak lakon yang baru akan dimulai.

Para penonton sementara itu dapat mengkhayalkan kejadian - kejadian didalam lakon yang demikian hidupnya diuraikan oleh dalang. Kemahiran dalang dalam menyampaikan isi cerita bisa mempesona penonton. Itulah kenyataan yang terdapat didalam pewayangan.


Gunungan adalah gambar wayang yang menyerupai gunung.
Di bawahnya kelihatan gambar pintu gerbang, dijaga oleh dua raksasa yang memegang pedang dan perisai, ini memperumpamakan pintu gerbang istana dan sewaktu wayang main, gunung dipergunakan sebagai istana.
Di sebelah atas gunungan terdapat pohon kayu yang dibelit oleh seekor ular besar. Terdapat pula di situ gambar berbagai binatang hutan; gambar di dalam keseluruhannya melukiskan keadaan di dalam hutan.
Menurut riwayatnya, gunungan melambangkan keadaan dunia dan isinya.
Sebelum wayang dimainkan, gunungan ditancapkan di tengah tengah kelir dengan cenderung sedikit ke kanan yang berarti, bahwa lakon wayang belum dimulai, bagaikan dunia yang belum beriwayat.
Sesudah wayang mulai dimainkan, gunungan dicabut dan dijajarkan di sebelah kanan. Gunungan dipakai juga sebagai pertanda akan bergantinya cerita, untuk keperluan ini maka gunungan ditancapkan di tengah-tengah.
Selain dari itu digunakan juga untuk memperumpamakan api dan juga angin, dalam hal mana gunungan dibalikkan.
Balik gunungan hanya bercat merah, warna inilah yang memperumpamakan api. Dan warna ini hanya bisa di- lihat dari depan kelir.
Gunungan juga digunakan untuk memperumpamakan rimba dan dimainkan pada waktu adegan perampogan (menggambarkan tentara siap-siaga dengan berbagai macam senjata).
Dalam adegan ini, dalang menyampaikan ucapan oleh berbagai macam pelaku yang di dalam keseluruhannya merupakan suatu dialog antar perjurit seperti, misalnya, mengenai buruknya keadaan jalan.
Maka ditempuhlah jalan itu dengan menebangi pohon - pohon dan memperbaiki jalan agar bisa dilewati perjurit-perjurit.
Gununganlah yang ditempuh oleh rampogan untuk memisalkan dilaluinya hu- tan. Seselesainya lakon, gunungan ditancapkan lagi di tengah-tengah kelir untuk menandakan bahwa ceritanya sudah tamat.
Penggunaan gunungan untuk menandakan adanya pergantian cerita atau babak: Sesudah gunungan dipasang di tengah, maka dalang dengan singkat menyampaikan ucapan mengenai lakon yang baru saja selesai dimainkan atau mengenai babak lakon yang baru akan dimulai.
Para penonton sementara itu dapat mengkhayalkan kejadian - kejadian didalam lakon yang demikian hidupnya diuraikan oleh dalang.
Kemahiran dalang dalam menyampaikan isi cerita bisa mempesona penonton. Itulah kenyataan yang terdapat didalam pewayangan.

kayon anoman obong kayon balikayon banyumasan gito kayon blumbangan solokayon cirebonkayon gapuran kayon gapuran mantebkayon gapuran jatimkayon gapuran solo kayon gapuran yogyakayon golek menakkayon hakekat kayon jagad gumelarkayon kalacakra solokayon klthik kayon klowongkayon sadatkayon sasak kayon sekar jagadkayon simbal sanggar
kayon wahyu tumurun
Sumber: http://ki-demang.com/galeria256/index.php/gambar-kayon

Minggu, 10 November 2013